Cloudways Hosting Review – Pengalaman Saya Selama 2 Tahun

Cloudways hosting review ini saya buat berdasarkan pengalaman saya menggunakan Cloudways selama lebih dari 2 tahun. Dan blog yang sedang Anda baca ini, Saya host di server Cloudways.

Jadi awalnya, 2 tahunan lebih yang lalu, saya menyewa web hosting Siteground untuk blog asifah.com ini. Saat itu tergoda karena banyak yang bilang bagus dan kebetulan lagi ada diskon black friday di Amerika sana.

Lumayan, diskonnya 70%. Jadinya hemat banget.

Keadaan didukung dengan hosting yang saya pakai saat itu, kurang memuaskan. Saya pakai hosting dari Perusahaan Penyedia Layanan Hosting di Indonesia sebelum beralih ke Siteground.

Saya bayar di Siteground pakai kartu kredit. Gak inget, setelah bayar, kartu kreditnya gak dihapus dari akun Siteground saya.

Waktu berjalan dan sampailah melewati masa perpanjangan hosting. Tagihan hosting yang jatuh tempo terbayar otomatis oleh kartu kredit. Dan betapa kagetnya, ketika tagihan kartu kredit yang keluar lumayan gede banget.

Karena sudah terbayar, ya sudah mau gimana lagi. Saya teruskan pakai Siteground. Tetapi dengan niat, diakhir tahun ke-2 di Siteground, saya mau pindah ke layanan hosting yang lebih ekonomis.

Akhirnya, berburulah info-info, review-review, rekomendasi-rekomendasi dari mana-mana. Saya nyari, pokoknya harus lebih bagus dari Siteground, tetapi harganya harus lebih murah dari Siteground.

Dapatlah, sebuah nama yang paling banyak direkomendasikan.

Dialah Cloudways.

Klik di sini untuk mencoba Cloudways (Gratis 3 hari)

Cloudways Hosting Review : Apa Saja yang Akan Dibahas?

Karena saya sudah lama menggunakan Cloudways, sebenarnya banyak yang bisa dibahas. Tetapi agar artikelnya tidak kepanjangan, saya akan membatasi uraian mengenai hal-hal berikut ini saja.

Jangan dulu memutuskan apakah Anda akan menggunakan Cloudways atau tidak. Cocok untuk saya, belum tentu cocok untuk Anda. Dan tidak cocok untuk saya belum tentu tidak cocok untuk Anda.

Jadi, silakan baca dulu dan pahami baik-baik, baru buat keputusan.

Yang Saya Suka dari Cloudways

Hal-hal yang saya suka ini, mungkin terkesan subjektif. Tetapi saya berusaha menyampaikannya apa adanya sesuai pengalaman saya pribadi.

Harga

Alasan utama saya pindah ke Cloudways adalah harga. Di Siteground saya menggunakan paket GoGeek Hosting dengan harga seperti di gambar bawah ini.

tagihan siteground 2019

435.35 USD kalau nilai tukar rupiah Rp 14.000 aja, berarti harganya jadi Rp 6.094.900 per tahun. Padahal pas daftar pertama kali dengan diskon, harganya satu jutaan sekian aja.

Di Cloudways, saya ambil paket yang $12 per bulan (Server Linode). Jadi kalau dihitung setahun, total harganya jadi $144 atau Rp 2.016.000 (Kalau 1 dollar = Rp 14.000).

Kalau dibandingkan dengan Siteground, harganya 1/3 nya. Apalagi sekarang, di Siteground harga sudah mengalami kenaikan.

Apalagi kalau di Cloudways memilih paket yang $10 per bulan (Server Digital Ocean), harga total per tahunnya hanya Rp 1.680.000.

Memang banyak harga yang lebih murah, terutama dari perusahaan-perusahaan penyedia hosting dari Indonesia. Tetapi saya sudah banyak kecewa dengan beberapa layanan hosting Indonesia, jadi sudah tidak pernah mempertimbangkan memilih layanan hosting Indonesia untuk Asifah.com ini.

Saya yakin layanan hosting dari Indonesia juga ada yang bagus. Hanya mungkin saya belum menemukannya. Karena udah kecewa duluan dengan beberapa layanan, jadi mau coba-coba yang lain gak semangat.

Kecepatan

Alasan kedua saya setelah harga cocok adalah kecepatan. Harga cocok tapi lambat, pasti tidak akan saya pilih. Hanya buang-buang uang.

Paket GoGeek Siteground sudah lebih cepat dibandingkan hosting saya yang sebelumnya dari Indonesia. Tetapi paket termurah di Cloudways lebih cepat lagi dibandingkan dengan Siteground.

Untuk home, kecepatan load time asifah.com ini bisa mencapai 910 ms, di bawah 1 detik. Untuk halaman artikelnya, kecepatan load time kurang lebih 1 detikan.

website speed test asifah home

Jika Anda baru pindah dari layanan shared hosting ke Cloudways, tanpa menggunakan alat untuk mengukur kecepatan situspun, Anda sudah bisa merasakan kecepatannya berbeda ketika membuka situs Anda. Karena saya merasakannya sendiri, ketika baru pindah.

Backup Otomatis dan Restore yang Mudah

Saya pernah mengupdate theme WordPress yang saya gunakan dan juga sekalian mengotak-atik kodenya. Tak disangka, blog jadi error.

Karena ingat, di Cloudways ada backup otomatisnya, saya login ke akun Cloudways. Kemudian pergi ke Backup And Restore, pilih data backup hari sebelumnya dan klik tombol RESTORE APPLICATION NOW.

Nunggu proses beberapa menit dan setelahnya blog kembali seperti hari sebelumnya ketika belum ada error apa-apa. Normal kembali seolah tidak terjadi apa-apa.

Cloudways Hosting Review backup otomatis

Default-nya, backup data disediakan sampai 11 hari sebelumnya. Kalau mau mengembalikan data lebih dari 11 hari sebelumnya, saya belum tahu apakah bisa. Yang jelas, mungkin harus menghubungi tim support Cloudways.

Kita juga bisa melakukan backup manual, misalnya sebulan sekali kalau mau. Caranya tinggal klik tombol TAKE BACKUP NOW. Jadi selain punya data backup otomatis 11 hari sebelumnya dari Cloudways, kita juga punya sendiri data backup sebulan sekali.

Library Tutorial yang Lengkap

Selama 2 tahun lebih menggunakan layanan Cloudways, Saya tidak pernah menghubungi tim support. Karena semunya bisa saya temukan di Library Tutorial Cloudways yang lengkap banget.

Mulai dari tutorial-tutorial dasar sampai kendala-kendala yang mungkin terjadi pada server dan aplikasi, semua sudah dibahas lengkap di Library Tutorial mereka.

Migrasi Mudah Dengan Plugin yang Sudah Disediakan

Bagi pengguna WordPress, Cloudways menyediakan sebuah plugin gratis yang bernama Cloudways WordPress Migrator.

Dengan plugin ini, Anda bisa memindahkan blog tanpa perlu mengcopy database dan data-data lain melalui Cpanel hosting lama.

Contoh cara menggunakan Cloudways WordPress Migrator untuk pindah hosting, Saya sampaikan dibagian bawah.

Fitur Stagging Gratis, Mudah dan Andal

Setelah mengalami blog error karena melakukan update dan memasang aplikasi berbasis javascript, sekarang Saya sering memanfaatkan fitur stagging gratis dari Cloudways. Caranyapun mudah, hanya beberapa klik, lalu jadilah salinan blog kita persis seperti aslinya.

fitur stagging cloudways

Apabila update atau pemasangan aplikasi sudah berhasil dilakukan pada stagging dan tidak ada error, maka tinggal kita klik menu Push untuk mengcopy perubahan dari stagging ke blog kita yang asli. Saya tidak menyangka prosesnya semudah itu.

Dulu waktu di Siteground, sebenarnya ada juga fitur stagging. Tetapi tidak pernah saya gunakan, karena saya pikir ribet dan buat apa juga buat salinan blog. Waktu itu belum merasakan manfaatnya.

Jadwal Maintenance Server yang Bisa Diatur Sendiri

Maintenance server otomatis di Cloudways harus dilakukan satu minggu sekali. Tujuannya untuk meningkatkan keamanan dan stabilitas server. Termasuk untuk menutup lubang-lubang keamanan.

Dulu waktu belum tahu, saya kaget ketika mau posting artikel sekitar jam 7 pagi, tiba-tiba situs tidak bisa diakses karena ada maintenance server. Walau hanya beberapa menit, tetapi kaget juga.

Ternyata default maintenance memang sekitar jam 7 an. Dan ternyata jamnya bisa kita atur sendiri. Jadi saya rubah jadwal Maintenance Server menjadi jam 19:00 UTC atau jam 03.00 WITA. Karena saya yakin jam segitu tidak ada pengunjung ke blog dan saya juga tidak pernah membuka di waktu subuh seperti itu.

pengaturan maintenance server cloudways

Kelebihan Cloudways

Selain hal-hal yang saya suka, kelebihan Cloudways yang akan saya sampaikan di bawah ini mungkin juga bisa menjadi pertimbangan Anda.

  • SSL Certificate gratis
  • Migrasi gratis 1 kali
  • Fitur monitoring server yang simpel
  • Gratis uji coba selama 3 hari tanpa kartu kredit dengan fitur full
  • Kemudahan instalasi CMS
  • Disediakan plugin bot protection
  • Tidak ribet mengelola hosting VPS
  • Model pay as you go
  • Banyak pilihan server dari berbagai vendor terkenal seperti Google Cloud, Amazon, Digital Ocean, Vultr, dan Linode
  • Paket harga jelas

Klik di sini untuk mencoba Cloudways (Gratis 3 hari)

Yang Tidak Saya Suka dari Cloudways

Yang tidak saya suka ini, mungkin juga bersifat subjektif. Karena yang tidak saya suka, belum tentu Anda juga tidak suka. Tetapi yang jelas, ketidak sukaan saya ini juga ada alasannya dan akan saya sampaikan.

Inilah hal-hal yang tidak saya suka dari Cloudways.

Tambahan Biaya untuk Backup Offline

Di semua layanan hosting yang sudah pernah saya pakai sebelum Cloudways, tidak pernah ada yang namanya tambahan biaya untuk backup. Seharusnya itu sudah include di biaya hosting bulanan. Harganya seperti pada gambar di bawah ini.

biaya backup offline di cloudways

Sampai saat ini, saya masih bisa mentolerir karena tambahan biaya backup untuk server saya ini tidak pernah lebih dari $1 per bulannya.

Banyak Fitur Tambahan Keren, Tapi Harus Bayar Lagi Seperti CDN

Dibeberapa layanan hosting lain, kalau sudah ada fitur CDN maka dia sudah include harganya dengan biaya hosting bulanan.

Di Cloudways, jika Anda ingin menggunakan fitur CDN mereka, Anda harus bayar lagi. Harga CDN adalah $1 per 25 GB per aplikasi atau per blog WordPress. Dengan tambahan $0.04 per GB jika penggunaan bandwidth nya lebih dari 25 GB dalam 1 bulan.

harga fitur cdn cloudways

Dulu awal-awal, saya pernah menggunakan layanan CDN mereka. Tetapi hasilnya kurang bagus, jadi sampai sekarang blog saya tidak menggunakan CDN lagi. Sekarang, layanan Cloudways CDN, termasuk yang saya abaikan.

Pindah Antar Penyedia Server Manual, Kecuali Vertical Scalling Bisa Otomatis

Sejak server DigitalOcean menawarkan paket disk NVMe dengan harga termurah $12 per bulan, saya jadi ingin pindah dari paket server Linode, karena harganya sama-sama $12.

Tetapi untuk pindah dari Linode ke DigitalOcean saya harus melakukannya secara manual. Ini yang bikin males.

Kecuali kalau mau pindah dari paket DigitalOcean yang $10 (disk SSD) ke DigitalOcean Premium yang $12 (disk NVMe) itu bisa dilakukan secara otomatis. Hanya tinggal klik klik saja.

Premium dan Advanced Support Harus Bayar Lagi

Bagi sebagian besar pengguna Cloudways, Standard Support yang gratis sudah cukup. Dia menggunakan Live Chat dan tiket yang cepat. Tetapi tidak tersedia support melalui telepon. Phone support hanya tersedia di paket Premium.

Perbandingan feature dan harga dari Standard, Advanced, dan Premium support ini, bisa dilihat pada gambar di bawah ini.

harga advanced support cloudways

Tidak Menyediakan Registrasi Domain

Sebagian besar penyedia layanan hosting baik di Indonesia maupun di luar negeri, pasti menyediakan registrasi domain. Bahkan banyak yang menawarkan domain gratis untuk pembelian paket hosting tertentu.

Tetapi tidak dengan Cloudways, sampai saat ini mereka tidak menyediakan pendaftaran domain. Jadi, kalau Anda mau menggunakan layanan Cloudways, domainnya harus beli di tempat lain.

Tidak Ada Cpanel atau Plesk

Bagi yang sudah terbiasa menggunakan shared hosting seperti saya, tentunya sudah sangat akrab dengan yang namanya Cpanel atau Plesk.

Saat pindah ke Cloudways, tidak ada yang namanya Cpanel ataupun Plesk. Saya harus memahami dan menyesuaikan diri dengan dashboard yang sudah disediakan Cloudways. Tetapi untungnya gak ribet dan mudah dipelajari.

Terkadang Situs Cloudways Lambat (Tapi jarang)

Ini kadang terjadi, walaupun jarang banget. Tetapi ini juga bukan server dan situs kita yang jadi lambat. Karena memang server situs Cloudways dan server punya para pelanggan seperti kita, itu berbeda.

Saya sesekali suka login ke akun Cloudways untuk mengecek tagihan dan melihat grafik server monitoring. Tapi kalau situs Cloudways pas lagi lambat diakses, ya sudah ngeceknya ditunda lain hari.

Ada Checking Browser yang Menggangu

Dulu awal-awal daftar, tidak ada yang namanya cek browser untuk masuk ke akun Clodways. Sekarang, ketika akan masuk ke akun kita di Cloudways, suka muncul tampilan seperti gambar di bawah ini.

ddod protection by cloudflare cek

Walaupun hanya beberapa detik, tetapi lumayan mengganggu. Memang bagus untuk keamanan Cloudways, tetapi seharusnya komputer kita yang sudah biasa dan sering mengakses akun Cloudways, ditandai IP nya tidak berbahaya dan bukan bot yang akan melakukan DDos.

Cara Migrasi Website WordPress Ke Cloudways

Untuk migrasi website WordPress bisa dilakukan dengan banyak cara. Pada kesempatan kali ini, Saya akan mencontohkan cara yang menurut saya paling mudah, karena kita akan menggunakan plugin Cloudways WordPress Migrator yang disediakan gratis oleh Cloudways.

Cara Migrasi WordPress ke Cloudways ini akan kita bagi menjadi 4 tahap, yaitu:

Tahap 1 : Buat akun di Cloudways

Tahap 2 : Install Aplikasi WordPress Pada Server Cloudways

Tahap 3 : Migrasi Website WordPress ke Cloudways

Tahap 4 : Cek dan Ricek Hasil Migrasi

Untuk catatan, akun hosting lama jangan dimatikan dulu, karena data-datanya akan digunakan dan agar tidak ada down time situs pada saat proses migrasi. Pada proses migrasi yang saya lakukan, tidak ada down time sama sekali, zero down time.

Sekarang, mari kita mulai tahap 1 berikut ini.

Cara Buat akun di Cloudways (Tahap 1 Migrasi)

Anda bisa daftar di Cloudways tanpa kartu kredit. Setelah masa percobaan 3 hari gratis, baru Anda harus memilih cara pembayaran yang disediakan.

Adapun langkah-langkah cara buat akun di Cloudways adalah sebagai berikut.

  1. Buka situs Cloudways.
  2. Klik tombol GET STARTED FREE atau START FREE. Kedua tombol tersebut akan menuju halaman yang sama. Cara Buat akun di Cloudways
  3. Anda bisa daftar dengan akun Linkedin, Github, dan Google. Jika tidak ingin menggunakan salah satu dari 3 akun tersebut, Anda bisa langsung isi nama depan (First Name), nama belakang (Last Name), email, dan password dengan data-data diri Anda. Untuk I would best describe myself as bisa pilih Blogger; untuk I need to improve bisa pilih Website Performance/Speed; untuk My monthly hosting spending is bisa pilih $0 – $50. cara daftar di cloudways
  4. Ceklis kotak I agree to the Cloudways Terms of Servide & Privacy Policy, kemudian klik tombol SIGN UP FREE & SPIN UP MY FIRST SERVER.
  5. Saat ini di tahun 2021, untuk mengaktifkan akun, Anda harus menghubungi team Cloudways melalui email yang nanti disediakan. Kemudian ikuti dan berikan data-data yang diminta.

Dulu di tahun 2019 waktu saya daftar, tidak ada permintaan untuk mengaktifkan akun harus melakukan verifikasi dengan mengirim data-data seperti foto KTP, nomor telepon, alamat website, dll. Saat ini verifikasi dilakukan Cloudways karena menurut info banyak penyalahgunaan server versi trial ini.

Karena kita ingin menggunakan layanan server mereka dengan i’tikad baik, maka tidak apa-apa ikuti saja kebijakan yang sudah mereka tetapkan. Saya yakin prosesnya akan dipermudah, karena mereka juga butuh banyak pelanggan agar bisnisnya tetap berjalan.

Cara Install Aplikasi WordPress Pada Server Cloudways (Tahap 2 Migrasi)

  1. Login ke akun Cloudways Anda yang sudah aktif.
  2. Klik tab Servers di kiri atas, kemudian klik tombol LAUNCH.
  3. Klik Select your Application, kemudian pilih WordPress versi terbaru. Pada saat tutorial ini dibuat, yang paling tinggi adalah Version 5.7. pilih wordpress versi terbaru
  4. Isi dan pilih detail-detail sebagai berikut.

(1) Isi dengan nama situs (nama bebas).

(2) Isi dengan nama server (nama bebas).

(3) Isi dengan nama project (nama bebas).

(4) Pilih provider server. Yang paling murah tetapi dengan kualitas yang sama adalah DigitalOcean.

(5) Pilih SERVER SIZE. Untuk awal, bisa pilih yang 1GB dulu (Harga $10) atau bisa juga pilih yang 1GB premium yang disebelahnya (Harga $12). Bedanya kalau yang biasa pakai SSD Disk sedangkan yang premium sudah pakai NVMe Disk (Diklaim lebih cepat).

(6) Pilih lokasi server. Kalau target pengunjung blog Anda adalah Indonesia, maka yang paling dekat bisa pilih Singapore.

isi nama server detail

  1. Cek lagi isian detail server dan lihat juga harga di kiri bawah. Kalau sudah yakin bisa klik tombol LAUNCH NOW. harga cloudways paling murah
  2. Silakan tunggu proses pembuatan server yang akan memakan waktu beberapa menit.

Cara Migrasi Website WordPress ke Cloudways (Tahap 3 Migrasi)

  1. Login ke website WordPress Anda yang akan dipindah yang masih di hosting lama.
  2. Pilih Plugin, kemudian klik Add New.
  3. Cari plugin Cloudways WordPress Migrator, kemudian klik Install Now. Install plugin Cloudways WordPress Migrator
  4. Setelah plugin terinstall, klik tombol Activate.
  5. Akan muncul tampilan yang akan memandu Anda untuk migrasi situs ke Cloudways. Isi alamat email (Bebas), ceklis I agree to BlogVault’s, dan klik tombol MIGRATE. migrate your site to cloudways
  6. Isi detail yang diminta menggunakan data-data dari akun Cloudways Anda, kemudian klik tombol MIGRATE. Contoh detail yang sudah terisi seperti gambar berikut. isian migrate your site

Agar bisa mengisi data-data pada form seperti di atas, lakukan langkah-langkah berikut ini:

        • Buka tab baru pada browser yang sedang Anda gunakan, kemudian login ke Cloudways.
        • Klik nama server yang sudah dibuat. nama server kita di cloudways
        • Klik Master Credentials, kemudian copy data Server Address, SFTP Username, dan SFTP Password, kemudian paste pada isian form yang sesuai. master credential server cloudways
        • Klik tab Applications, kemudian klik nama situs. nama applications di cloudways
      • Klik Access Details, copy data Destination Site URL dan Database Name, kemudian paste pada isian form yang sesuai . acces detail application di cloudways
  1. Tunggu proses migrasi sampai 100% semua. Untuk ukuran blog 163,98 MB seperti punya saya di bawah, proses berjalan 10 – 15 menit. Semakin besar ukuran situs, prosesnya juga semakin lama. user interface proses migrasi
  2. Jika proses migrasi sudah selesai akan muncul tampilan seperti gambar di bawah. tampilan proses migrasi complete
  3. Kembali ke akun Cloudways Anda dan pastikan dalam keadaan sudah login.
  4. Klik tab Applications, kemudian klik nama situs. nama applications di cloudways
  5. Klik Domain Management (1), ketikkan nama domain (2), klik SAVE CHANGES (3), kemudian tunggu prosesnya sampai muncul notif centang hijau di bagian kanan atas akun Cloudways. menghubungkan domain dengan server cloudways
  6. Login ke akun penyedia domain yang Anda gunakan. Untuk contoh, domain saya yang akan dipindah dalam proses ini belinya di Namecheap. Maka saya login ke akun Namecheap saya.
  7. Klik Dashboard, kemudian klik tombol MANAGE pada domain yang akan diatur. dashboard namecheap domain
  8. Pada NAMESERVERS pastikan yang terpilih adalah Namecheap BasicDNS (1), kemudian klik tanda centang hijau (2) dan klik Advanced DNS (3). pengaturan domain nameserver di namecheap
  9. Pada Type pilih A Record (1), Host isi dengan @, Value isi dengan Server Address (3), TTL pilih Automatic, kemudian klik centang hijau (5). Cara melihat Server Address sudah dibahas di tutorial bagian atas. Jika url blog anda menggunakan www tambahkan satu baris dengan isi seperti gambar di bawah, tetapi jika tidak menggunakan www tidak perlu ditambahkan baris kedua, cukup satu baris saja. advanced dns di namecheap
  10. Proses menghubungkan domain dengan server Cloudways selesai. Tunggu proses propagation domain, bisa 1 jam atau kurang dari 1 jam seperti pada proses yang saya lakukan. Info dari Cloudways, paling lama 24 jam.
  11. Sambil menunggu propagasi domain, kita bisa install dulu SSL Certificate. Caranya klik SSL Certificate (1), pilih Let’s Encrypt (2), masukkan Email Address (3), masukkan Domain Name (4), dan klik tombol INSTALL CERTIFICATE (5). install ssl sertificate di cloudways
  12. Tunggu proses instalasi sampai muncul tampilan seperti di bawah. Pastikan pada bagian AUTO RENEWAL terpilih Enable agar ketika masa aktif SSL berakhir, dia otomatis melakukan renewal. lets encrypt berhasil terinstall

Cek dan Ricek Hasil Migrasi (Tahap 4 Migrasi)

Cek dan ricek ini merupakan langkah tambahan, tetapi penting dilakukan. Agar ketika ada error, bisa langsung segera ditangani.

Adapun beberapa hal yang harus dicek dan dilakukan adalah sebagai berikut.

1. Cek DNS 

Cek DNS ini berfungsi untuk mengetahui apakah domain sudah terhubung dengan server di Cloudways. Adapun caranya adalah sebagai berikut:

  1. Buka situs https://www.whatsmydns.net/
  2. masukkan nama domain, pilih A, kemudian klik Search. cek dns dengan whatsmydns
  3. Periksa apakah server address yang muncul sudah sama dengan server addres kita di Cloudways. Kalau belum sama, berarti domain masih terhubung dengan hosting lama. Tunggu domain terhubung baru lakukan langkah ke-2 di bawah.

2. Cek Situs

Setelah domain terhubung dengan server Cloudways, buka situs Anda. Sebaiknya buka pada browser menggunakan New incognito window kalau menggunakan browser Chrome. Agar tidak terpengaruh cache pada browser yang sedang Anda gunakan.

Cek halaman depan, beberapa halaman artikel, cek aplikasi-aplikasi yang ada di situs (Kalau ada), dan halaman-halaman lain yang ingin Anda cek (Bebas). Cek juga situs diakses dengan www dan tanpa www. Kalau tidak ada error, berarti migrasi sudah berjalan dengan sempurna.

3. Hapus Data di Server Lama

Setelah migrasi berjalan dengan sukses dan sempurna, jangan lupa hapus semua data situs di hosting lama.

Kesimpulan Cloudways Hosting Review : Saya Sangat Merekomendasikan, Tetapi…

Saya sudah menggunakan Cloudways lebih dari 2 tahun dan puas. Jadi bagaimana mungkin saya tidak merekomendasikannya kepada teman-teman dan para pembaca.

Tetapi Cloudways bukan pilihan yang bijak jika dana Anda untuk membangun situs terbatas. Apalagi jika situs yang sedang Anda bangun belum menghasilkan pendapatan sama sekali.

$10 untuk paket termurah di Cloudways atau kurang lebih Rp 150.000 per bulan, merupakan pengeluaran yang lumayan jika situs Anda belum menghasilkan.

Saran saya, gunakan dulu shared hosting seperti Niagahoster yang harganya lebih murah. Kemudian bangun situs sampai menghasilkan uang yang paling tidak bisa menutup biaya hosting dan domain, baru pertimbangkan untuk pindah.

Klik di sini untuk mencoba Cloudways (Gratis 3 hari)

Demikian artikel mengenai Cloudways hosting review yang bisa saya bagikan. Semoga bermanfaat dan semoga bisa menjadi bahan pertimbangan Anda.