Cara Menghitung Luas Banyak Bidang Sekaligus Dan Menampilkannya Ditengah Bidang

Hasil Hitung Luas Banyak Bidang

Punya ratusan atau ribuan bidang? Gunakan cara menghitung luas banyak bidang sekaligus atau secara massal berikut ini. Selain itu kita akan menampilkan luas yang sudah dihitung tersebut di tengah bidang juga secara massal.

Kalau jumlah bidangnya sedikit, tak masalah menggunakan cara yang sudah saya bahas di tutorial yang ini Cara Menghitung Luas Di AutoCAD. Tetapi kalau jumlah persilnya mencapai ribuan akan sangat tidak efektif menggunakan cara yang itu. Dan pastinya capek.

Tutorial ini saya buat dalam bentuk video dan artikel. Dengan begitu tentunya anda akan sangat mudah memahami dan mempraktekkan caranya. Dan memang begitulah harapan saya. Anda sebagai pembaca bisa dengan mudah belajar.

OK langsung saja tonton Video Cara Menghitung Luas Bidang Secara Massal diatas dan pelajari juga versi artikelnya di bawah ini.

Transkrip Video Cara Menghitung Luas Banyak Bidang

Di video ini saya akan menunjukkan cara menghitung luas bidang secara massal dan juga menampilkan luas ditengah bidang juga secara massal. Namun perlu diperhatikan, cara yang saya bahas disini semuanya menggunakan AutoCAD Map. Di AutoCAD biasa anda tidak akan menemukan tool yang dibahas disini.

Pertama kita akan buka gambar bidang yang akan dihitung luasnya. Caranya klik menu File > Open > Pilih file dwg yang akan dihitung luasnya > klik Open.

Tahapan Drawing Cleanup

  • Selanjutnya kita akan melakukan Drawing Cleanup. Caranya klik menu Map > Tools > Drawing Cleanup atau bisa juga melalui Command prompt dengan mengetikkan perintah mapclean
  • Akan muncul kotak dialog Drawing Cleanup. Disini kita akan melakukan beberapa pengaturan.
  • Pada bagian bagian Objects to include pilih option Select all, kemudian klik tombol layer > Pilih layer Persil > klik Select. Kemudian klik Next.
  • Pada bagian Cleanup Actions pilih Break Crossing Objects, kemudian klik Add. Kemudian pilih Delete Duplicates, klik Add. Pada bagian Tolerance biarkan terisi 0. Pada bagian Options pilih Automatic. Kemudian klik Next.

Cara Menghitung Luas Banyak Bidang

  • Pada bagian Cleanup Method pilih option Modify original objects. Pada bagian Convert selected objects di unceklis semua pilihan. Kemudian klik Finish.
  • Pada Command prompt akan ada laporan seperti dibawah ini.
Command: mapclean
180 object(s) found
Please wait …
Deleting previous markers…
Cleanup statistics:
Modified object(s)     :156
Deleted object(s)    :24
Created object(s)    :457

Untuk menambah referensi penggunaan drawing cleanup, silahkan baca juga tutorial Cara Menggabungkan Peta.

Tahapan Topology

  • Langkah selanjutnya, kita akan melakukan Topology. Caranya klik menu Map > Topology > Create atau bisa juga melalui Command prompt dengan mengetikkan perintah maptopocreate
  • Akan muncul kotak dialog Create Topology. Disini kita akan melakukan beberapa pengaturan.
  • Pada bagian Topology type, pilih option Polygon. Pada bagian Topology name bisa diisi bebas, disini saya akan coba isi dengan Luas. Kemudian klik Next.
  • Pilih option Select all. Klik tombol layer, pilih Persil > klik Select.

Cara Topology Polygon

  • Pada kotak dialog Create Topology ini yang wajib disetting hanya 2 halaman . Jadi yang lainnya akan kita biarkan default saja. Sekarang kita langsung klik Finish.
  • Apabila topology berhasil dilakukan maka pada Command prompt akan ada informasi:

Topology successfully created with 180 polygons, 613 links, and 445 nodes.

Apabalia topology belum berhasil dilakukan, maka AutoCAD Map akan menandai kesalahan-kesalahan geometry pada gambar yang harus dibetulkan terlebih dahulu. Jika anda mengalami hal seperti ini maka langkahnya adalah lakukan kembali tahapan Drawing Cleanup.

Dari keterangan ini kita juga bisa tahu jumlah bidang sebenarnya yang akan kita hitung luasnya, yaitu 180 bidang (informasi dari 180 polygons).

Sampai dengan tahap ini, penghitungan luas secara massal sudah dilakukan AutoCAD Map. Tetapi hasilnya tidak bisa otomatis muncul ditengah bidang.

Sekarang kita coba lihat luas beberapa bidang. Caranya klik menu Map > Object Data > Edit Object Data. Kemudian klik salah satu titik ditengah bidang, maka akan muncul kotak dialog yang ada informasi luasnya (Area).

Informasi Luas Di AutoCAD

Cara Menampilkan Luas Ditengah Bidang Secara Massal

Sekarang kita akan masuk ke tahapan untuk menampilkan luas yang sudah ada di tengah bidang secara massal. Cara yang akan saya tunjukkan di artikel ini ada 2. Nanti akan kita bahas satu persatu.

Tahapan Define Query

  • Cara yang pertama adalah dengan melakukan Define Query. Tahapannya.
  • Sebelumnya kita akan buat dulu layer baru untuk Luas. Caranya klik Layer > klik New Layer > Ketik Luas > Rubah warnanya menjadi biru.
  • Selanjutya Pada Task Pane, klik tab Map Explorer. Kemudian klik tanda + Topologies, kemudian klik kanan Luas > Analysis > Topology Query
  • Pada kotak dialog Topology Query, klik Define Query.
  • Pada kotak dialog Define Query of Topology Luas kita akan melakukan beberapa pengaturan.
  • Pada bagian Query Type, klik Location. Pada Boundary type pilih option All. Kemudian klik OK.
  • Pada bagian Query Mode pilih option Draw.
  • Pada bagian Options klik Alter Properties. Kemudian klik Text. Kemudian klik Expression. Kemudian klik tanda + Topologies > +Polygon Luas > +Polygon Centroid > klik Area > klik OK
  • Pada isian Text Value akan terisi dengan :AREA@TPMCNTR_Luas kode ini akan menampilkan luas ditengah bidang, tetapi dengan angka dibelakang koma yang sangat panjang. Sekarang akan kita rubah sedikit kode tersebut dengan (Strcat “Luas = ” (fix :AREA@TPMCNTR_Luas) ” M2″) kode pengganti ini akan menjadikan luas yang ditampilkan menjadi Luas = 1234 M2 dengan menghilangkan angka dibelakang koma dan pembulatan luas kebawah.
  • Pada isian Text Height isi dengan 4.
  • Pada isian Layer, klik tombol Layers. Kemudian pilih Luas > klik OK. Kemudian klik lagi OK. Klik lagi OK.
  • Kemudian klik Execute Query. Apabila berhasil maka luas akan muncul ditengah bidang.

Hasil Hitung Luas Banyak Bidang

Untuk menambah referensi penggunaan define query, silahkan baca tutorial Cara Transformasi Koordinat.

Tahapan Add Drawing Data

  • Sekarang kita akan mencoba cara yang kedua. Tahapannya. Pada Task Pane klik tab Display Manager. Kemudian klik Data > Add Drawing Data > Topology.
  • Pada kotak dialog Select Topologies, ceklis Luas. Kemudian klik OK.
  • Sekarang pada Display Manager akan masuk layer Luas. Selanjutnya klik kanan layer Luas > Add Style > Text
  • Sekarang dibawah layer Luas akan muncul sub layer Text Style. Klik kanan Text Style > Properties.
  • Pada isian Value, klik kemudian klik tombol titik-titik.
  • Pada kotak dialog Expression Chooser. Klik +Topologies > +Polygon: Luas > +Polygon Centroid > klik Area. Kemudian klik OK.
  • Pada isian Height rubah menjadi 4 agar terlihat luasnya. Sekarang luasnya sudah muncul ditengah bidang. Tetapi luasnya tampil dengan 5 angka dibelakang koma. Sekarang akan kita rubah menjadi seperti yang tadi.
  • Caranya pada isian value ganti dengan kode seperti yang tadi (Strcat “Luas = ” (fix :AREA@TPMCNTR_Luas) ” M2″) kemudian enter. Sekarang luasnya seharusnya menjadi seperti tampilan yang tadi.

Penutup

Demikianlah cara menghitung luas banyak bidang secara massal di AutoCAD Map. Jika anda kurang jelas dengan artikel ini, silahkan lihat versi videonya. Demikian sebaliknya, jika kurang jelas dengan videonya, silahkan baca versi artikelnya.

Artikel dan video memang saya buat untuk saling melengkapi. Beberapa hal yang saya jelaskan di video tidak saya tuliskan di artikel. Demikian juga sebaliknya.

Kalaupun setelah melihat video dan juga membaca artikel masih belum jelas, silahkan bertanya di kolom komentar dibawah. Saya akan menjawab pertanyaan anda sebisanya.

Demikian video dan artikel ini, terima kasih atas segala  perhatiannya dan semoga bermanfaat untuk anda.

Cara Menggabungkan Peta Yang Posisinya Bersebelahan (Matching Map Edges)

Cara Menggabungkan Peta

Ingin menggabungkan peta? Ikuti cara menggabungkan peta yang posisinya bersebelahan (matcing map edges) berikut ini agar prosesnya efektif dan hasilnya baik.

Penggabungan peta akan dilakukan dengan menggunakan AutoCAD Map.

Jangan khawatir, semua fitur yang digunakan adalah fitur bawaan default AutoCAD Map. Tidak perlu install software atau plugin tambahan.

Cara yang digunakan dalam tutorial ini, secara garis besar terdiri dari tiga langkah yaitu:

Pertama, menempatkan peta agar bersebelahan.
Kedua, mengoreksi node agar ada diposisi yang sama.
Ketiga, menjadikan line atau polyline satu entity.

Tenang, ketiga langkah tersebut akan dijelaskan secara bertahap dibawah ini. Silahkan lanjutkan membaca…

Tahapan Cara Menggabungkan Peta (Matching Map Edges)

Tahapannya ada 10. Walaupun dibagi kedalam tiga langkah besar, namun penomoran tetap dilanjutkan. Jadi total ada 10 langkah. Silahkan ikuti langkah ke-1 sampai dengan ke-10 untuk mendaptkan hasil yang baik.

Perlu diketahui kalau peta Lembar1 dan Lembar2 yang dijadikan contoh dalam tutorial ini sudah memiliki koordinat.

Menempatkan peta agar bersebelahan

1. Buka gambar yang akan digabungkan. Dibawah ini adalah contoh gambar Lembar1 dan Lembar2 yang akan digabungkan.

Cara Menggabungkan Peta

2. Masuk ke window Lembar2.dwg dengan cara klik menu Window > Klik nama file.

3. Pilih (select) seluruh objek yang ada di Lembar2.dwg dengan cara membuat corner dari kanan bawah kotak hijau ke kiri atas kotak hijau sampai seluruh objek terpilih.

Jika anda yakin dilayar penggambaran tidak ada objek lain selain yang didalam kotak hijau, pemilihan objek bisa juga dengan cara tekan Ctrl+A pada keyboard.

4. Setelah yakin semua objek terpilih, silahkan klik kanan dilayar penggambaran, kemudian pilih Copy.

Jika anda akan menggabungkan peta yang belum berkoordinat, maka pada tahap ke-4 ini pilih Copy with Base Point, kemudian klik ujung kotak hijau yang sebelah kanan bawah.

5. Masuk ke window Lembar1.dwg dengan cara klik menu Window > Klik nama file.

6. Klik kanan dilayar penggambaran Lembar1.dwg kemudian pilih Paste to Original Coordinates. Hasilnya akan terlihat seperti gambar dibawah ini.

Hasil Menggabungkan Peta

Jika peta yang akan digabungkan belum berkoordinat, maka pada tahap ke-6 ini pilih Paste biasa, kemudian klik ujung kotak hijau sebelah kiri bawah gambar Lembar1. Intinya bagaimana caranya agar letak kedua lembar menjadi bersebelahan.

Mengoreksi node agar ada diposisi yang sama

Proses penggabungan peta belum selesai, karena kalau kita perbesar objek-objek diperbatasan lembar 1 dan 2, ada yang belum menyatu dengan baik.

Garis-garis yang harusnya terhubung, ujungnya belum ada di posisis node yang sama. Untuk itu silahkan lanjutkan ke tahap berikutnya.

7. Matikan layer yang memuat garis kotak hijau agar tidak menggangu proses pada tahapan selanjutnya.

8. Klik menu Map > Tools > Drawing Cleanup atau bisa juga melalui command prompt dengan mengetikkan perintah mapclean

9. Pada kotak dialog Drawing Clenaup yang sudah muncul lakukan pengaturan sebagai berikut.

a. Pada bagian objects to include, pilih option Select all, kemudian klik Next.

b. Pada bagian Cleanup Actions pilih Snap Clustered Nodes, kemudian klik Add.

c. Pada bagian Tolerance isi dengan angka tertentu. Angka ini harus lebih besar dari gap yang ada diantara garis yang harusnya bertemu.

d. Pada bagian Options pilih Automatic. Kemudian klik Next.

e. Contoh hasil pengaturan bisa dilihat pada gambar dibawah ini.

Snap Clustered Node

f. Pada bagian Cleanup Method, pilih opsi Modify original objects. Kemudian klik Finish.

Sampai dengan tahap ini, seharusnya semua ujung garis sudah ada diposisi node yang sama.

Kalau ada yang belum bertemu, berarti tidak masuk tolerance. Untuk itu silahkan ulangi drawing cleanup diatas, kemudian set tolerance lebih besar.

Kalau semua ujung garis sudah bertemu, silahkan lanjutkan ke tahap berikutnya.

Menjadikan line atau polyline satu entity

10. Semua ujung garis sudah bertemu, tetapi belum menjadi satu entity.

Misalnya garis salah satu sisi bidang menjadi 2 polyline.

Untuk menjadikan polyline satu entity,

pada command prompt ketikkan PE > M > pilih objek yang ada di perbatasan lembar dengan membuat corner dari kanan bawah, ke kiri atas atau klik satu persatu polyline yang ingin dijadikan satu entity > kemudian enter > join > 0 > enter > enter.

Cek semua polyline yang ada diperbatasan lembar seperti gambar dibawah ini (Dalam gambar dibawah ini, garis diperbatasan lembar sudah menjadi satu entity).

Hasil Join Polyline

Jika pada perbatasan lembar gambar anda ada objek line dan polyline, maka untuk objek line akan ada permintaan [Convert Lines and Arcs to polylines [Yes/No]?].

Jika permintaan tersebut muncul, ketik saja Yes. Namun jika hanya ada polyline, maka langkahnya persis langkah ke-10 ini.

Penutup

Silahkan dibaca dan dipelajari dengan seksama. Kalau mau lebih manfaat, silahkan dicoba untuk dipraktekkan.

Suka artikel ini? Silahkan pelajari juga tutorial seperti ini di halaman belajar AutoCAD Map (ada lebih dari 20 tutorial).

Demikian tutorial cara menggabungkan peta yang posisinya bersebelahan. Semoga bermanfaat.

Cara Memotong Peta Dengan Cepat

Hasil Pemotongan Peta

Cara memotong peta dengan cepat di AutoCAD Map bisa kita lakukan dengan menggunakan tools boundary trim. Tutorial ini akan menunjukkan tahapan dan pengaturan dalam menggunakan boundary trim untuk keperluan pemotongan peta yang jumlah objeknya banyak.

Jika kita memerlukan bagian dari sebuah peta digital yang jumlah objeknya sampai ratusan ribu, maka menggunakan tool trim biasa akan sangat tidak efektif. Untuk meningkatkan produktifitas dan menyederhanakan keperluan pemotongan peta yang kompleks, maka AutoCAD Map menyediakan tool boundary trim bagi penggunanya.

Pemotongan peta digital yang kompleks bisa dilakukan untuk berbagai keperluan seperti presentasi, mencetak peta digital, berbagi sebagian data yang ada pada peta, penyajian laporan dalam bentuk pdf atau word, mempermudah editing peta untuk lembar tertentu, dan berbagai keperluan lainnya. (Baca juga: Convert Dwg to Pdf)

Jika anda akan memotong peta untuk keperluan apapun, silahkan ikuti langkah demi langkah cara pemotongan peta digital menggunakan AutoCAD Map dibawah ini.

Cara Memotong Peta Dengan Cepat di AutoCAD Map

1. Buka peta yang akan dipotong menggunakan AutoCAD Map.

2. Jika kita masih memerlukan peta aslinya, silahkan buat salinan dari peta yang terbuka dengan klik menu File > Save As > berikan nama file yang berbeda dengan peta aslinya.

3. Buat area atau kotak menggunakan polyline, polygon atau rectangle yang akan menjadi bagian peta yang dipotong. Supaya lebih jelas lihat kotak hijau pada contoh gambar dibawah ini.

Cara Memotong Peta

4. Klik menu Map > Tools > Boundary Trim atau bisa juga melalui command prompt dengan mengetikkan perintah maptrim

5. Pada kotak dialog Trim Objects at Boundary yang sudah muncul, lakukan pengaturan seperti dibawah ini.

Pada bagian Boundary pilih option Select Boundary, kemudian klik tombol Select > klik area yang sudah kita buat pada langkah ke-3.

Pada bagian Objects To Trim pilih option Select Automatically.

Pada bagian Trim Method pilih option Trim Outside Boundary. Unceklis kotak Skip Topoogy Objects dan kotak Retain Object Data. Pengaturan ini menunjukkan kalau kita akan memotong dan menghilangkan seluruh objek yang ada diluar area yang sudah dibuat.

Pada bagian Objects That Cannot be Trimmed pilih option Delete, karena kita akan menghapus seluruh objek yang ada diluar kotak.

Hasil pengaturan kotak dialog Trim Objects at Boundary diatas akan terlihat seperti gambar dibawah ini.

Pengaturan Memotong Peta

6. Kalau pengaturan sudah seperti gambar diatas, silahkan klik OK.

7. Akan muncul kotak dialog Confirmation yang memberikan pilihan apakah proses pemotongan akan dilanjut atau tidak. Karena benar-benar akan memotong, maka kita klik Yes.

8. Proses pemotongan akan berjalan dan pada command prompt ada tulisan…

Processing 10275 object(s), please wait…

Jika jumlah objek yang dipotong mencapai ratusan ribu, maka proses pemotongan bisa memakan waktu beberapa menit. Oleh karena itu biarkan saja prosesnya berlangsung sampai muncul pesan done pada command prompt.

Dibawah ini adalah gambar hasil pemotongan peta menggunakan tahapan diatas.

Hasil Pemotongan Peta

Dengan adanya tool boundary trim, pengguna AutoCAD Map mempunyai pilihan untuk memotong sebuah objek pada peta. Tentunya jika kita sedang menggambar objek yang sedikit jumlahnya seperti menggambar bidang, menggunakan tool trim biasa akan lebih efektif. Tetapi bila kita akan memotong peta yang jumlah objeknya banyak, tentunya akan lebih efektif menggunakan tool boundary trim.

Kalau anda perhatikan bagian Trim Method pada kotak dialog Trim Objects at Boundary, ada option Trim Inside Boundary. Option ini bisa kita gunakan untuk keperluan sebaliknya, yaitu memotong atau menghilangkan seluruh objek yang ada didalam kotak.

Tool boundary trim tidak akan anda dapatkan di AutoCAD versi biasa. Jika anda mau mencoba menggunakan boundary trim, gunakan AutoCAD Map. Silahkan pelajari juga seluruh tutorial yang berkaitan dengan AutoCAD Map yang pernah saya tulis di Tutorial AutoCAD Map.

Selamat mempraktekkan dan semoga tutorial cara memotong peta dengan cepat di AutoCAD Map menggunakan boundary trim ini bermanfaat untuk anda.

Cara Membuka File SHP (Shapefile) di AutoCAD Map

Connect to Data

Kali ini kita akan belajar cara membuka file SHP (Shapefile) di AutoCAD Map. Data Shapefile (SHP) tidak hanya bisa dibuka dengan ArcView atau ArcGIS, karena AutoCAD Map pun menyediakan fitur bagi pengguna untuk melakukannya.

Dengan AutoCAD Map kita tidak hanya bisa menampilkan data spasial file shp, tetapi data tekstualnya pun bisa ditampilkan dalam bentuk tabel. Bahkan pengguna bisa meng-edit, menghapus, atau menambahkan data baru.

Pada tutorial AutoCAD sebelumnya, untuk membuka file shp di AutoCAD kita menggunakan cara convert shp to dwg dulu. Sedangkan pada tutorial ini kita tidak akan meng-convert file shp, kita akan langsung menggunakan data shp tersebut di AutoCAD Map.

Cara Membuka File SHP

1. Pastikan Task Pane sudah tampil. Kalau belum muncul dilayar, silahkan tampilkan dengan cara klik menu View > Task Pane atau melalui command prompt ketikkan mapwspace > on > enter.

2. Klik tab Dispaly Manager pada Task Pane, kemudian klik Data > Connect to Data. Supaya lebih jelas lihat gambar di bawah ini.

Connect to Data

3. Akan muncul kotak dialog Data Connect. Pada Data Connections by Provider klik Add SHP Connection. Pada bagian Source file or folder, klik simbol kertas untuk mencari nama file shp yang akan dibuka. Kemudian setelah file shp-nya dipilih, klik open.

Cara Buka File Shp

Apabila sudah ada data shp yang terpilih seperti gambar diatas, klik Connect.

4. Akan muncul halaman Add Data to Map. Centang kotak kecil disamping nama file shp, kemudian klik Add to Map. Untuk contoh lihat gambar di bawah ini.

Menambahkan Data Shp

5. Data shp sudah tampil dilayar AutoCAD Map, silahkan tutup kotak dialog Data Connect.

6. Untuk menampilkan tabel data tekstual (Data Table) dari file shp yang terbuka, silahkan klik nama layer pada tab display manager (pada contoh gambar dibawah ini, nama layernya adalah Kecamatan3), kemudian klik Table.

Shp Peta Kecamatan

Pada tab display manager akan tampil semua layer yang sudah dibuka dengan data connect. Layer ini bisa anda ceklis atau unceklis seperti pada ArcView untuk menampilkan atau tidak menampilkan data spasial di layar.

Semua data tekstual dari layer yang diklik akan ditampilkan pada Data Tabel. Pada gambar diatas, layer Kecamatan3 hanya memiliki data tekstual FeatId dan Area. Data tabel ini bisa kita hapus atau ditambahkan data baru. Bahkan kita bisa menggabungkan dengan database lain dengan menggunakan join.

Jika anda ingin mencoba tutorial ini tetapi tidak memiliki data shp, silahkan buat file shp terlebih dahulu menggunakan tutorial sebelumnya tentang cara Convert Dwg to Shp. Selamat mencoba dan semoga tutorial cara membuka file shp di AutoCAD Map ini bermanfaat untuk anda.

Convert Dwg to Shp (Cara Export Dwg ke Shp)

Convert Dwg to Shp

Ikuti tahapan Convert Dwg to Shp atau Cara Export Dwg ke Shp berikut ini jika anda ingin merubah gambar AutoCAD menjadi gambar ArcView. Dalam tutorial dibawah ini, anda juga bisa mempelajari cara memilih data tekstual apa saja yang akan dihubungkan

Cara Transformasi Koordinat Peta (Konversi Koordinat)

Transformasi TM3 Ke UTM

Tutorial AutoCAD ini menjelaskan Cara Transformasi Koordinat Peta (Konversi Koordinat) menggunakan AutoCAD Map. Tutorial dilengkapi dengan banyak gambar supaya anda mudah memahami dan mengikuti setiap langkah dengan baik.

Transformasi sistem koordinat peta sangat diperlukan ketika kita akan menggabungkan dua peta atau lebih yang berbeda sistem koordinatnya. Selain itu transformasi juga bisa untuk keperluan lain seperti dalam rangka berbagi data digital dengan pengguna-pengguna tertentu, atau bisa juga untuk penyajian laporan yang mengharuskan menggunakan koordinat tertentu.

Dalam membuat peta digital kita bisa memperoleh data dari berbagai sumber. Sehingga perbedaan sistem koordinat peta dari sumber yang satu dengan sumber yang lain sangat dimungkinkan untuk berbeda.

Saat ini ada banyak software yang bisa digunakan untuk mentransformasi koordinat suatu peta. Anda bisa menggunakan yang mana saja, karena kalau pembuatan software tersebut mengikuti kaidah-kaidah pemetaan, maka hasilnya tidak akan jauh berbeda. AutoCAD Map hanyalah salah satu software transformasi koordinat yang bisa digunakan.

Adapun kelebihan transformasi dengan AutoCAD Map adalah kita bisa mentransformasi sistem koordinat apapun. Kalaupun sistem koordinat yang akan kita gunakan untuk transformasi belum ada didaftar, maka kita tinggal mendefinisikan atau membuat terlebih dahulu sistem koordinat tersebut dengan fitur yang sudah disediakan AutoCAD Map.

Kelebihan lain transformasi dengan AutoCAD Map adalah kita langsung mentransformasi seluruh peta dengan koordinatnya. Beberapa software transformasi biasanya hanya mampu mentransformasi satu koordinat atau beberapa koordinat. Jadi yang ditransformasi bukan petanya, tetapi hanya koordinatnya.

Dibawah ini adalah gambar peta dalam AutoCAD Map dengan sistem Koordinat TM3 Zone 50.1. Bisa anda lihat pada command window salah satu titik koordinatnya yaitu X = 256613,5790 ; Y = 1122192,8812. Peta dibawah ini akan kita jadikan contoh untuk transformasi Koordinat TM3 ke UTM menggunakan AutoCAD Map. Namun sebelum anda bisa melakukan transformasi TM3 ke UTM, silahkan buat atau definisikan terlebih dahulu koordinat TM3 dengan Tutorial Cara Membuat Sistem Koordinat Baru di AutoCAD Map.

Transformasi TM3 Ke UTM

Tahapan Cara Transformasi Koordinat Peta (Konversi Koordinat)

1. Buka Program AutoCAD Map. Pastikan tidak ada objek apapun di layar penggambaran.

2. Klik tab Map Explorer pada Task Pane. Kemudian Drag file yang akan ditransformasi dari Window Explorer ke tab Map Explorer (Ukuran Window Explorer jangan Maximise, atur ukurannya jadi kecil agar memudahkan drag file). Kalau drag file sudah berhasil, maka dibawah Drawings akan muncul alamat file. Untuk lebih jelas lihat gambar dibawah.

Cara Drag File

3. Klik menu Map > Tools > Assign Global Coordinate System atau bisa juga melalui command prompt dengan mengetik ADESETCRDSYS kemudian enter.

4. Akan muncul kotak dialog Assign Global Coordinate System.

a) Pada bagian Current Drawing, klik Select Coordinate System… Pada kotak dialog Select Global Coordinate System, Category pilih UTM, WGS84 Datum. Pada Coordinate System in Category pilih UTM84-50S. Kemudian klik OK.

b) Pada bagian Source Drawings, klik Select Drawings… Akan muncul kotak dialog Select Drawings to Assign Coordinate System. Cari folder tempat anda menyimpan file dwg yang akan ditransformasi koordinatnya. Apabila pada bagian Look in: belum muncul drive yang anda cari, silahkan klik tombol Create/Edit Aliases. Akan muncul kotak dialog Drive Alias Administration.

c) Pada Drive Alias: ketikkan lokasi drive misalnya D >> Pada Actual Path: ketikkan D: >> Kemudian klik Add >> Setelah itu klik Close.

d) File yang anda pilih harus sama dengan file dwg yang anda drag pada langkah ke-1. Setelah terpilih, silahkan klik Add. Kemudian klik OK. Untuk lebih jelas lihat gambar dibawah.

Create Drive Alias

e) Masih pada bagian Source Drawings, klik Select Coordinate System… pada Category: pilih Koordinat TM3. Pada Coordinate System in Category: pilih TM3-50.1. Selanjutnya klik OK. Sekarang pada kotak dialog Assign Global Coordinate System tampak seperti gambar dibawah ini.

Cara Transformasi Koordinat

f) Gambar diatas menunjukkan kalau peta akan ditransformasi dari sistem koordinat TM3-50.1 ke UTM84-50S. Kalau kita mau transformasi peta dari sistem koordinat UTM ke TM3 (Konversi Koordinat UTM), maka posisinya tinggal dibalik, yaitu pada Current Drawing diisi TM3-50.1 dan pada Source Drawing diisi UTM84-50S.

g) Apabila kotak dialog Assign Global Coordinate System sudah seperti gambar diatas, silahkan klik OK.

Sampai dengan tahap ini, proses transformasi koordinat sudah dilakukan AutoCAD Map. Akan tetapi hasilnya belum akan muncul dilayar penggambaran. Adapun untuk memunculkannya silahkan ikuti langkah berikutnya.

5. Masih pada tab Map Explorer. Klik kanan Current Query > Define. Akan muncul kotak dialog Define Query of Attached Drawing.

a) Pada bagian Options Klik Zoom Ext

b) Pada bagian Query Mode pilih Draw

c) Pada bagian Query Type klik Location… pada kotak dialog Location Condition Boundary Type pilih All. Kemudian klik OK.

d) Pada bagian Current Query klik Location: ALL kemudian klik Execute Query (Pastikan pada Current Query sudah terbentuk syntak Location: ALL dan pastikan diklik). Untuk lebih jelas lihat gambar dibawah ini.

Cara Define Query

e) Kalau langkahnya sudah betul, di layar penggambaran akan muncul gambar hasil transformasi. Dibawah ini adalah gambar hasil transformasi koordinat peta menggunakan langkah-langkah diatas. Perhatikan titik yang ditunjuk oleh kursor, koordinatnya sudah berubah menjadi UTM, yaitu X = 388972,8610 ; Y = 9622262,9859

Hasil Transformasi Koordinat

6. Kalau mau menyimpan peta hasil transformasi, jangan lupa untuk klik menu File > Save As…

Tahapan transformasi koordinat peta diatas cukup panjang, melibatkan banyak kotak dialog, dan memerlukan pemahaman. Oleh karena itu kalau anda mau mencoba mempraktekkan, baca dan ikuti setiap tahapan dengan teliti.

Kalau anda sudah mencoba mempraktekkan dan belum berhasil, silahkan baca lagi dengan teliti setiap langkah diatas. Terutama pada bagian Define Query harus diperhatikan dengan baik. Karena kalau query-nya salah, gambar hasil transformasi tidak akan muncul di layar.

Melalui tahapan diatas, sebenarnya kita juga telah belajar 3 tehnik penting dalam menggunakan AutoCAD Map. Ketiga hal itu adalah cara attach drawing, cara men-setting sistem koordinat peta, dan cara mendefinisikan query. 3 hal tersebut akan banyak digunakan ketika kita menggunakan fitur-fitur AutoCAD Map yang lain. Apalagi nanti kalau sudah mempelajari aplikasi Sistem Informasi Geografi dengan AutoCAD Map, ketiga hal itu menjadi skill dasar yang harus dikuasai.

Demikian tutorial cara transformasi koordinat peta (konversi koordinat) menggunakan AutoCAD Map dengan langkah-langkah diatas, selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Convert SHP to DWG (Cara Merubah File SHP Menjadi AutoCAD DWG)

Convert Shp to Dwg

Untuk melakukan Convert SHP to DWG bisa menggunakan Program AutoCAD Map. Pada tutorial dibawah saya menampilkan tahapan Cara Merubah Peta ArcView ke AutoCAD menggunakan AutoCAD Map 3D. Fitur convert peta tidak akan kita temukan di AutoCAD versi biasa.

Pada tahun 2010 saya pernah menulis tutorial Cara Merubah Peta Format ArcView Menjadi Format AutoCAD menggunakan Universal Translator dari MapInfo Professional. Waktu itu saya belum menggunakan AutoCAD Map 3D dan berusaha meng convert peta menggunakan AutoDesk Map 2004 yang sudah terinstall di komputer, tetapi tidak berhasil.

Jika anda punya peta digital dalam format ArcView (*.shp) dan ingin menggunakannya di AutoCAD, maka merubahnya menjadi file AutoCAD (*.dwg) adalah langkah pertama yang harus dilakukan. Untuk itu silahkan ikuti tahapan convert peta ArcView dibawah ini.

Tahapan Convert SHP to DWG

1. Buka Program AutoCAD Map. Pastikan di layar penggambaran yang sedang terbuka tidak ada objek gambar apapun.

2. Klik menu Map > Tools > Import… atau bisa juga melalui command prompt dengan mengetikkan mapimport kemudian enter.

3. Akan terbuka kotak dialog Import Location. Pada bagian Files of type: Pilih ESRI Shapefile (*.shp). Kemudian pilih file Shp yang akan di convert ke Dwg. Kalau file sudah terpilih. klik OK.

4. Akan terbuka kotak dialog Import. Pada bagian bawah ada kotak Import polygons as closed polylines, silahkan centang jika ingin hasil convert menjadi polyline tertutup. Kemudian klik OK.

Convert Shp to Dwg

5. Apabila hasil convert tidak terlihat ditengah layar AutoCAD, maka pada command prompt ketikkan z, kemudian enter, ketikkan e, kemudian enter. (z > enter > e > enter)

6. Jika ingin menyimpan file dwg hasil convert, jangan lupa untuk klik menu File > Save As….

Kalau anda perhatikan, langkah convert peta diatas tahapannya tidak banyak dan tidak sulit. Apalagi kalau sudah mencoba mempraktekkan, maka anda akan merasakan caranya sederhana. Selain itu kalau sudah praktek, anda bisa mengetahui jenis file apa saja yang bisa di convert dengan fitur Import AutoCAD Map.

Dalam membuat peta digital di AutoCAD, kita bisa menggunakan data dari berbagai sumber. Bisa menggunakan hasil olahan data ukur lapangan, maupun hasil olahan data digital dari berbagai format software pemetaan digital yang lain. Oleh karena itu sebagai pengguna AutoCAD, sebaiknya kita menguasai semua fitur penting di AutoCAD seperti fitur Import yang kita bahas diatas.

Jika anda tidak ingin mengubah file SHP menjadi DWG, tetapi masih ingin menggunakannya di AutoCAD Map maka anda tetap bisa melakukannya. Pelajari caranya di artikel ini Cara Membuka File SHP Menggunakan AutoCAD Map (Artikel tutorial + Video).

Untuk menambah referensi penggunaan AutoCAD Map yang lain, Silahkan klik Tutorial AutoCAD Map yang berisi kumpulan semua tutorial AutoCAD yang pernah saya tulis di Asifah.com. Selamat mempraktekkan cara convert shp to dwg dan semoga tutorialnya bermanfaat.

Cara Plotting Peta Tidak Ber Koordinat Dengan Rubber Sheet

Hasil Rubber Sheet

Inilah Cara Plotting Peta Tidak Ber Koordinat Dengan Rubber Sheet di AutoCAD Map. Tutorial ini akan menjelaskan setiap langkah yang harus dilakukan untuk memasukkan sebuah gambar DWG yang belum ada koordinat dan orientasi, ke gambar DWG lain yang sudah ada koordinatnya.

Sebuah gambar yang belum ada koordinat dan belum betul orientasinya, bisa didapatkan dari hasil digitasi atau dari hasil penggambaran data ukur yang kurang lengkap. Atau bisa juga dari peta hasil software-software pemetaan digital selain AutoCAD yang belum berkoordinat atau bisa jadi beda sistem koordinatnya.

Untuk melakukan plotting dengan Rubber Sheet diperlukan minimal 2 titik refernsi. Makin banyak titik referensi makin baik hasilnya. Apabila di peta tempat kita akan plotting tidak bisa mendapatkan minimal 2 titik referensi, maka kita bisa mencoba menggunakan bantuan citra yang sudah ada koordinatnya untuk mendapatkan titik referensi.

Apabila dengan bantuan citra pun kita tetap tidak dapat titik referensi, maka mau tidak mau kita harus ke lapangan untuk mendapatkan minimal 2 titik. Untuk hasil plotting dengan ketelitian tinggi, sebaiknya pengambilan titik koordinat yang akan dijadikan referensi, menggunakan GPS dengan ketelitian tinggi, seperti dengan GPS Geodetik atau CORS. (Silahkan baca juga: Cara Transfer Data GPS)

Fitur Rubber Sheet adalah tool dasar bawaan AutoCAD Map. Saya sudah cek di AutoCAD yang bukan khusus untuk pemetaan seperti AutoCAD 2007, fitur bawaannya tidak ada Rubber Sheet. Jadi kalau mau mencoba mempraktekkan tutorial AutoCAD ini, anda harus menggunakan AutoCAD Map.

Dibawah ini adalah contoh gambar Latihan Rubber Sheet.dwg (kanan) yang akan di plot ke gambar PetaLatihan.dwg (kiri). Gambar sebelah kanan (1234) ukurannya lebih besar dari gambar sebelah kiri (1A2A3A4A), belum betul titik koordinat dan juga orientasinya. Referensi untuk titik 1 adalah 1A, titik 2 adalah 2A, titik 3 adalah 3A, dan titik 4 adalah 4A.

Cara Rubber Sheet

Tahapan Cara Plotting Peta Dengan Rubber Sheet

1. Buka peta yang akan kita jadikan tempat untuk plotting (saya menggunakan file PetaLatihan.dwg)

2. Buka peta atau file dwg yang akan kita plotting (Dalam tutorial ini saya menggunakan file Latihan Rubber Sheet.dwg)

3. Blok atau pilih semua objek yang akan kita plot. Caranya bisa menggunakan kursor. Tips apabila kita ingin memilih semua objek yang ada di layar dengan cepat dan tanpa ada yang terlewat maka bisa menggunakan menu Edit > Select All atau tekan Ctrl+A pada keyboard.

4. Setelah semua objek terpilih, klik kanan di layar penggambaran kemudian pilih Copy atau bisa juga melalui menu Edit > Copy.

5. Buka window peta yang akan kita jadikan tempat untuk plotting. Caranya klik menu Window kemudian pilih nama file nya (Contoh dalam tutorial ini adalah PetaLatihan.dwg).

6. Arahkan kursor ke dekat area tempat bidang akan diplot, kemudian klik kanan > plih Paste atau klik menu Edit kemudian Paste. Arahkan lagi kursor ke dekat area tempat bidang akan diplot kemudian klik kiri. (Kita juga bisa memilih Paste as Block, tetapi saya sudah beberapa kali uji coba menggunakan Paste biasa hasilnya lebih akurat dari Paste as Block)

7. Pilih menu Map > Tools > Rubber Sheet atau bisa juga melalui Command prompt dengan mengetik perintah ADERSHEET.

8. Pada Command prompt akan muncul permintaan Base point 1:, klik ujung bidang titik ke-1.

9. Pada Command prompt akan muncul permintaan Reference point 1:, klik ujung bidang titik 1A.

10. Pada Command prompt akan muncul permintaan Base point 2:, klik ujung bidang titik ke-2.

11. Pada Command prompt akan muncul permintaan Reference point 2:, klik ujung bidang titik 2A

12. Pada Command prompt akan muncul permintaan Base point 3:, klik ujung bidang titik ke-3.

13. Pada Command prompt akan muncul permintaan Reference point 3:, klik ujung bidang titik 3A

14. Pada Command prompt akan muncul permintaan Base point 4:, klik ujung bidang titik ke-4.

15. Pada Command prompt akan muncul permintaan Reference point 4:, klik ujung bidang titik 4A.

16. Pada Command prompt akan muncul permintaan Base point 5:, karena kita hanya akan menggunakan 4 titik referensi maka langsung tekan enter saja.

17. Pada Command prompt akan muncul permintaan Select objects by [Area/Select]:, maka ketik saja pada Command prompt S atau Select kemudian enter.

18. Pada Command prompt akan muncul permintaan Select objects: dan kursor berubah menjadi kotak kecil yang siap digunakan untuk memilih objek. Pilih objek yang akan diplot dengan cara klik kiri semua objek (Contoh yang dipilih dalam tutorial ini adalah bidang 1234).

19. Pada Command prompt akan muncul permintaan Select objects: lagi. Karena objek sudah dipilih dan tidak ada lagi objek yang akan di Rubber Sheet pada proses ini, maka tekan saja enter.

20. Kalau langkah-langkahnya sudah benar maka gambar bidang 1234 akan masuk ke bidang 1A2A3A4A. Sebagai contoh lihat gambar di bawah ini.

Hasil Rubber Sheet

Kalau sudah mempraktekkan tutorial diatas, anda bisa membedakan kalau menggunakan Rubber Sheet hasil plotting akan lebih baik jika dibandingkan dengan plotting yang hanya menggunakan fitur kombinasi dari Move, Rotate, dan Scale yang dilakukan satu persatu secara berurutan. Selain itu, dengan Rubber Sheet langkah plotting sebenarnya lebih mudah. (Silahkan pelajari juga: Tahapan Digitasi Dengan Rubber Sheet)

Akurasi hasil plotting dengan Rubber Sheet akan dipengaruhi oleh jumlah titik referensi yang digunakan, sebaran titik referensi (makin menyebar makin baik), dan akurasi ketika mengambil/ mengklik titik referensi (untuk meminimalkan hal ini pastikan mode snap untuk Endpoint aktif).

Demikian tutorial cara plotting peta tidak ber koordinat dengan Rubber Sheet di AutoCAD Map. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Tutorial AutoCAD Map 3D + Download eBook Gratis

Contoh Peta Dari Tutorial AutoCAD Map 3D

Inilah daftar Tutorial AutoCAD Map 3D plus download eBook gratis. Semua tutorial AutoCAD yang pernah saya tulis, saya kumpulkan disini. Sebelum mencoba tutorialnya, saya ingin bertanya. Apakah anda sudah mengenal AutoCAD Map? Yang saya tahu, di Indonesia AutoCAD Map ini