Bagi anda yang belum bisa menghasilkan satu tulisanpun dan ingin memanfaatkan jurus “copy-paste”, saya akan memberikan tips untuk anda. Simak beberapa jurus “copy-paste” dibawah ini:
1. Jurus “copy-paste” seluruh atau sebagain artikel, kemudian mengklaim sebagai penulisnya. Menurut saya ini adalah jurus yang paling buruk dan sebaiknya jangan pernah digunakan.
2. Jurus “copy-paste” seluruh atau sebagain artikel, kemudian tidak mengklaim sebagai penulisnya tetapi juga tidak menyebutkan siapa penulis aslinya. Sepertinya yang melakukan hal tersebut malu-malu kucing. Akan tetapi pada dasarnya kalau kita mempublikasikan sebuah artikel di blog atau situs kita, maka otomatis pemilik blog itulah penulisnya. Kecuali dalam artikel tersebut dia menyebutkan bahwa penulisnya orang lain. Oleh karena itu jurus ini juga sebaiknya jangan pernah digunakan.
3. Jurus “copy-paste” seluruh atau sebagain artikel, kemudian mencantumkan penulis atau sumber aslinya. Gaya ini masih lebih baik daripada jurus 1 dan 2, akan tetapi saran saya sebaiknya jangan digunakan karena tidak akan meningkatkan skill menulis anda. Kalau sebelumnya anda tidak bisa menulis, kemudian terus menerus menggunakan jurus no.3 ini maka selamanya anda tidak akan bisa menulis. Skill menulis anda hanyalah “copy-paste”.
4. Jurus “copy-paste” seluruh atau sebagain artikel, kemudian menambahkan pandangan, pemikiran, atau perasaan lain terhadap artikel tersebut. Misalnya:
Baru kali ini saya membaca artikel yang begitu menyentuh hati. Isinya bagus dan sangat menggugah. Saya rasa penulis artikel ini sangat menjiwai tulisannya. Tulisan ini ditulis oleh “Si Anu” dan dipublikasikan di “alamat blognya”. Kalau anda penasaran tulisannya seperti apa, silahkan simak dibawah ini:
“Artikel Hasil Copy-Paste, persis dan tidak ada yang dikurangi”
Bagaimana teman? Apakah anda merasakan hal yang sama seperti saya. Mudah-mudahan hal yang kita rasakan sama ya…kalaupun tidak ya gak apa-apa lagi. Itu saja dulu sharing kita kali ini teman, semoga bermanfaat ya…
Anda lihat contoh artikel yang saya buat, merupakan hasil “copy-paste”, akan tetapi kita tetap menghargai penulisnya dan secara nyata kita telah belajar menulis 2 paragraf hasil karya sendiri, yaitu paragraf awal dan akhir. Tentu saja tehnik ini tidak mesti baku seperti itu, anda bisa berkreatifitas dan memodifikasinya sesuai keinginan. Misalnya memberikan pandangan terhadap setiap paragraf atau bagain-bagian tertentu yang ingin anda komentari atau yang lainnya.
O iya jurus ini sangat saya rekomendasikan untuk digunakan bagi anda yang belum bisa menulis dan ingin bisa menulis. Dan jangan salah, orang-orang atau blogger yang sudah mahir menulispun kalau memang tertarik dengan suatu artikel yang kira-kira bermanfaat bagi pembacanya, mereka akan menggunakan jurus ini dengan gayanya masing-masing.
5. Jurus “copy-paste” seluruh atau sebagain artikel kemudian menjadikannya sebagai referensi, pelengkap atau pembanding dari ide, gagasan, atau pemikiran dalam tulisannya. Kalau anda membaca sebuah karya tulis, seperti skripsi, tesis, atau disertasi maka didalamnya akan anda temui sebuah kalimat atau paragraf hasil “copy-paste” dari seorang ahli atau dari sebuah buku. Hal ini tentu saja tidak akan mengurangi kredibilitas anda sebagai penulis, kalau anda melakukannya secara tepat justru itu akan semakin menambah bobot dan memperkaya tulisan anda.
Macam-macam jurus copy-paste yang saya sebutkan diatas, hanyalah klasifikasi dan pandangan pribadi. Tentu saja anda boleh sependapat ataupun tidak sependapat. Atau mungkin anda ingin menambahkan sesuatu atau menguranginya, dipersilahkan dengan senang hati. Harapan saya, semoga apa yang saya tulis memberikan wawasan baru dan bermanfaat buat anda.




3 September 2010 06:57
paling sebel kalau dicopas tapi ga disebutin sumbernya darimana. Ga semua web yg copas bisa dikontrol. Cuma Tuhan yg tau dan pertanggung jawabannya ke Tuhan juga kan. Hehehe
3 September 2010 11:22
saya baru belajar nulis ni,artikel ini sangat bermanfaat.
bagaimanapun,blogger itu harus bisa nulis,karena blog memang dubuat untuk itu.
hehehe,itu menurut saya yang lg belajar lho mas..
makasih sudah berbagi informasi..
1 Oktober 2010 19:30
Tulisan yang bagus, terimakasih
Kadang saya nomor 3. :) ya mang benar tidak meningkatkan skil... hanya berbagi.. tapi tak jarang ku menulis acak2an... dan kini jadi libur dulu... hehe
16 November 2010 21:28
Yang penting saat kita mengutip artikel orang, maka kita harus menyantumkan sumber aslinya dengan lengkap.
Apabila kita hanya menyadurnya, memberikan sumber aslinya juga dapat dipertimbangkan untuk menambah daftar pustaka.
* berkunjung lagi nih, semangat menulis !
25 November 2010 15:08
Hai, belum update postingan ya?
Semangat kawan! ;-)
16 Januari 2011 11:34
saya pernah kejadian... ada artikel saya yang di copas tuntas lengkap dengan titik koma dsb namun tidak menampilkan saya sebagai pemilik artikel tersebut, dan hebatnya lagi artikel tersebut dimunculin di kaskus dengan sumber tulisan bukan dari blog saya.....
16 Maret 2011 20:58
Waah tuh kebiasaan yang buruk gan, gak kreatif amat yang namanya copy paste
25 Maret 2011 23:12
jangan memaksan diri untuk menulis kalau masih memakai tehnik copy-paste,literatur dan informasi sudah tidak sulit kita dapatkan jadi hilangkan kebiasaan copy-paste.menulis sedikit atau berbicara sedikit tapi itu asli buah pikiran atau ide briliyan yang kita dapatkan dari pengembangan literatur dan informasi yang telah kita dapatkan, yang sebelumnya kita telah pahami dan kita telaah dengan rasional dari berbagai aspek sehingga menjadi ide dan ilham baru bagi orang lain.tapi sebelum kita ungkapkan atau kita tulis untuk di konsumsi orang banyak kita telaah lebih dalam lagi.....
6 Desember 2011 06:43
Menurut saya, harus minta ijin dulu ke penulis aslinya kalau mau kopi paste utuh. Tidak cukup hanya mencantumkan sumber.
Kalau yang empunya mengijinkan, baru kita kopi paste. Toh gak susah minta ijin...
Poskan Komentar